Kamis, 21 April 2016

PENGOLAHAN DAN PELAPORAN HASIL BELAJAR

MATERI 4

Pada akhir sesi ini peserta pelatihan dapat:
  1. mendokumentasikan nilai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  2. mengolah nilai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  3. mendeskripsikan nilai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan; dan
4.      membuat laporan penilaian hasil belajar.

Pengelolaan penilaian merupakan suatu proses atau cara pengumpulan, pengolahan, dan pelaporan informasi atau bukti capaian pembelajaran peserta didik dalam kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis, selama dan setelah proses pembelajaran.
Setelah selesai mengoreksi hasil pelaksanaan penilaian harian siswa, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan atau mendokumentasikan seluruh hasil penilain yang meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.  Dokumentasi nilai yang terkumpul selama satu semester, kemudian diolah dan dideskripsikan.
1.      Pengolahan Nilai Sikap















Capture                                                                                                                        


Gambar 1. Skema Penilaian Sikap
a.    Observasi
Instrumen yang digunakan dalam observasi berupa lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi atau jurnal tersebut berisi kolom catatan perilaku yang diisi oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK berdasarkan pengamatan dari perilaku siswa yang muncul secara alami selama satu semester. Perilaku siswa yang dicatat di dalam jurnal pada dasarnya adalah perilaku yang sangat baik dan/atau kurang baik yang berkaitan dengan indikator dari sikap spiritual dan sikap sosial.
Apabila seorang siswa pernah memiliki catatan sikap yang kurang baik, jika pada kesempatan lain siswa tersebut telah menunjukkan perkembangan sikap (menuju atau konsisten) baik pada aspek atau indikator sikap yang dimaksud, maka di dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap siswa tersebut telah (menuju atau konsisten) baik atau bahkan sangat baik. Berdasarkan kumpulan catatan tersebut guru membuat deskripsi penilaian sikap untuk satu semester.
Berikut ini contoh lembar observasi selama satu semester. Sekolah/guru dapat menggunakan lembar observasi dengan format lain, misalnya dengan menambahkan kolom saran tindak lanjut.











Contoh Jurnal Perkembangan Sikap

No
Tanggal
Nama Siswa
Catatan Perilaku
Butir Sikap
1




2




3





Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan penilaian (mengikuti perkembangan) sikap dengan teknik observasi:
1)        Jurnal penilaian (perkembangan) sikap ditulis oleh wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru BK selama periode satu semester;
2)        Bagi wali kelas, 1 (satu) jurnal digunakan untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya;  bagi guru mata pelajaran 1 (satu) jurnal digunakan untuk setiap kelas yang diajarnya; bagi guru BK 1 (satu) jurnal digunakan untuk setiap kelas di bawah bimbingannya;
3)        Perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial siswa dapat dicatat dalam satu jurnal atau dalam 2 (dua) jurnal yang terpisah;
4)        Siswa yang dicatat dalam jurnal pada dasarnya adalah mereka yang menunjukkan perilaku yang sangat baik atau kurang baik secara alami (siswa-siswa yang menunjukkan sikap baik tidak harus dicatat dalam jurnal);
5)        Perilaku sangat baik atau kurang baik yang dicatat dalam jurnal tersebut tidak terbatas pada butir-butir nilai sikap (perilaku) yang hendak ditanamkan melalui pembelajaran yang saat itu sedang berlangsung sebagaimana dirancang dalam RPP, tetapi juga butir-butir nilai sikap lainnya yang ditumbuhkan dalam semester itu selama sikap tersebut ditunjukkan oleh siswa melalui perilakunya secara alami;
6)        Wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru BK mencatat (perkembangan) sikap siswa segera setelah mereka menyaksikan dan/atau memperoleh informasi terpercaya  mengenai perilaku siswa sangat baik/kurang baik yang ditunjukkan siswa secara alami;
7)        Apabila siswa tertentu PERNAH menunjukkan sikap kurang baik, ketika yang bersangkutan telah (mulai) menunjukkan sikap yang baik (sesuai harapan), sikap yang (mulai) baik tersebut harus dicatat dalam jurnal;
8)        Pada akhir semester guru mata pelajaran dan guru BK meringkas perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap siswa dan menyerahkan ringkasan tersebut kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut;

Tabel Contoh Jurnal Perkembangan Sikap Spiritual dan Tabel Contoh Jurnal Perkembangan Sikap Sosial berturut-turut menyajikan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikap spiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.




Contoh Jurnal Perkembangan Sikap Spiritual
Nama Sekolah      : SMP …
Kelas/Semester     : VII/Semester I
Tahun pelajaran    : …

No
Waktu
Nama
Siswa
Catatan Perilaku
Butir Sikap
1.
21/07/16


Bahtiar
·    Tidak mengikuti salat Jumat yang diselenggarakan di sekolah.

Ketakwaan
Rumonang

·    Mengganggu teman yang sedang berdoa  sebelum makan siang di kantin.
Ketakwaan
2.

22/09/16


Burhan

·    Mengajak temannya untuk berdoa sebelum pertandingan sepakbola di lapangan olahraga sekolah.
Ketakwaan
Andreas
·    Mengingatkan temannya untuk melaksanakan salat Dzuhur di sekolah.

Toleransi
Beragama
3.
18/11/16
Dinda
·    Ikut membantu temannya untuk mempersiapkan perayaan keagamaan yang berbeda dengan agamanya di sekolah.

Toleransi
Beragama
4.
13/12/16
Rumonang
·    Menjadi anggota panitia perayaan keagamaan di sekolah.

Ketakwaan
5.
23/12/16
Ani
·    Mengajak temannya untuk berdoa sebelum praktik memasak di ruang keterampilan.

Ketakwaan




Contoh Jurnal Perkembangan Sikap Sosial
Nama Sekolah      : SMP ...
Kelas/Semester     : VII/Semester I
Tahun pelajaran    : …

No
Tanggal
Nama Siswa
Catatan Perilaku
Butir Sikap
1.
12/07/16
Andreas
Menolong orang lanjut usia untuk menyeberang jalan di depan sekolah.
Kepedulian
2.
26/08/16
Rumonang
Berbohong ketika ditanya alasan tidak masuk sekolah di ruang guru.
Kejujuran
3.
25/09/16
Bahtiar
Menyerahkan dompet yang ditemukannya di halaman sekolah kepada Satpam sekolah.
Kejujuran
4.
07/09/16
Dadang
Tidak menyerahkan “surat ijin tidak masuk sekolah” dari orangtuanya kepada guru.
Tanggung jawab
5.
25/10/16
Ani
Terlambat mengikuti upacara di sekolah.
Kedisiplinan
6.
08/12/16
Burhan
Mempengaruhi teman untuk tidak masuk sekolah.
Kedisiplinan
7.
15/12/16
Dinda
Memungut sampah yang berserakan di halaman sekolah.
Kebersihan
8.
17/12/16
Dinda
Mengkoordinir teman-teman sekelasnya mengumpulkan bantuan untuk korban bencana alam.
Kepedulian

Contoh format tersebut dapat digunakan untuk guru mata pelajaran dan guru BK.
Apabila catatan perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial dijadikan satu, perlu ditambahkan satu kolom KETERANGAN di bagian paling kanan untuk menuliskan apakah perilaku tersebut sikap SPIRITUAL atau sikap SOSIAL. Lihat Tabel Contoh Jurnal Perkembangan Sikap untuk contoh.













Contoh Jurnal Perkembangan Sikap
Nama Sekolah      : SMP …
Kelas/Semester     : VII/Semester I
Tahun pelajaran    : …

No
Waktu
Nama
Siswa
Catatan Perilaku
Butir Sikap
Ket.
1.
21/07/16


Bahtiar
Tidak mengikuti salat Jumat yang diselenggarakan di sekolah.

Ketakwaan
Spiritual
Andreas
Menolong orang lanjut usia untuk menyeberang jalan di depan sekolah.
Kepedulian
Sosial
2.
4
22/09/16


Burhan
Mempengaruhi teman untuk tidak masuk sekolah.
Kedisiplinan
Sosial
Andreas
Mengingatkan temannya untuk melaksanakan salat Dzuhur di sekolah.

Toleransi
beragama
Spiritual
3.
18/11/16
Dinda
Ikut membantu temannya untuk mempersiapkan perayaan keagamaan yang berbeda dengan agamanya di sekolah.

Toleransi
beragama
Spiritual
4.
13/12/16
Rumonang
Menjadi anggota panitia perayaan keagamaan di sekolah.

Ketakwaan
Spiritual
5.
23/12/16
Dinda
Memungut sampah yang berserakan di halaman sekolah.
Kebersihan
Sosial

b.   Penilaian diri
Penilaian diri  dalam penilaian sikap merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri (siswa) dengan mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan sikapnya dalam berperilaku. Hasil penilaian diri siswa dapat digunakan sebagai data konfirmasi perkembangan sikap siswa. Selain itu penilaian diri siswa juga dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuan refleksi atau mawas diri.

Instrumen penilaian diri dapat berupa lembar penilaian diri yang berisi BUTIR-BUTIR PERNYATAAN SIKAP POSITIF YANG DIHARAPKAN dengan kolom YA dan TIDAK atau dengan Likert Scale. Satu lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial sekaligus. Tabel Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa dan Tabel Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale) menyajikan contoh lembar penilaian diri tersebut.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa
Nama                                : ………………………………….
Kelas                                : ………………………………….
Semester                           : …………………………………. 

Petunjuk: Berilah tanda centang(√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

No.
Pernyataan
Ya
Tidak
         1.          
Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.


         2.   
Saya salat lima waktu tepat waktu.


         3.   
Saya tidak mengganggu teman saya yang Bergama lain berdoa sesuai agamanya.


         4.   
Saya berani mengakui kesalahansaya.


         5.   
Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.


         6.   
Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.


         7.   
Saya mengembalikan barang yang  saya pinjam.


         8.   
Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan.


         9.   
Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.


       10. 
Saya datang ke sekolah tepat waktu.


...
...



Keterangan:    Pernyataan dapat diubah atau ditambah sesuai dengan butir-butir sikap yang dinilai.









Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)
Nama                                : ………………………………….
Kelas                                : ………………………………….
Semester                           : …………………………………. 

Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai dengan keadaan kalian yang sebenarnya.
No.
Pernyataan
1
2
3
4
1.
Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.




2.
Saya salat lima waktu tepat waktu.




3.
Saya tidak mengganggu teman saya yang Bergama lain berdoa sesuai agamanya.




4.
Saya berani mengakui kesalahansaya.




5.
Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.




6.
Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.




7.
Saya mengembalikan barang yang  saya pinjam.




8.
Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan.




9.
Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.




10.
Saya datang ke sekolah tepat waktu.




...
...





Hasil penilaian diri perlu ditindaklanjuti oleh guru dengan melakukan fasilitasi terhadap siswa yang belum menunjukkan sikap yang diharapkan.

c.    Penilaian Antarteman
Penilaian antarteman merupakan teknik penilaianyang dilakukan oleh seorang siswa (penilai) terhadap siswa yang lain terkait dengan sikap/perilaku siswa yang dinilai. Sebagaimana penilaian diri, hasil penilaian antarteman dapat digunakan sebagai data konfirmasi. Selain itu penilaian antarteman juga dapat digunakan untuk menumbuhkan beberapa nilai seperti kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai.

Instrumen penilaian diri dapat berupa lembar penilaian diri yang berisi BUTIR-BUTIR PERNYATAAN SIKAP POSITIF YANG DIHARAPKAN dengan kolom YA dan TIDAK atau dengan Likert Scale. Satu lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial sekaligus. Tabel Contoh Format Penilaian Antarteman dan Tabel Contoh Lembar Penilaian Antarteman (Likert Scale) menyajikan contoh lembar penilaian antarteman tersebut.

Contoh Format Penilaian Antarteman

Nama teman yang dinilai    : ………………………………….
Nama penilai                       : ………………………………….
Kelas                                   : ………………………………….
Semester                             : …………………………………. 

Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai  dengan keadaan kalian yang sebenarnya.

No
Pernyataan
Ya
Tidak
1.                   
Teman saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.


2.                  
Teman saya salat lima waktu tepat waktu.


3.                  
Teman saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai agamanya.


4.                  
Teman saya tidak menyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan.


5.                  
Teman saya tidak melakukan plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumber) dalam mengerjakan setiap tugas.


6.                  
Teman saya mengemukakan perasaan terhadap sesuatu apa adanya.


7.                  
Teman saya melaporkan data atau informasi apa adanya.


8.                   
……..


Jumlah



















Keterangan: Pernyataan dapat diubah atau ditambah sesuai dengan butir-butir sikap yang dinilai.











Contoh Lembar Penilaian Antarteman (Likert Scale)
Nama          : ………………………………….
Kelas           : ………………………………….
Semester     : …………………………………. 

Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai dengan keadaan teman kalian yang sebenarnya.

No.
Pernyataan
1
2
3
4
1.
Teman saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.




2.
Teman saya salat lima waktu tepat waktu.




3.
Teman saya tidak mengganggu teman saya yang Bergama lain berdoa sesuai agamanya.




4.
Teman saya tidak menyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan.




5.
Teman saya tidak menjiplak/ mengambil/ menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumber dalam mengerjakan setiap tugas.




6.
Teman saya mengemukakan perasaan terhadap sesuatu apa adanya.




7.
Teman saya melaporkan data atau informasi apa adanya.





...




Jumlah






Hasil penilaian antarteman perlu ditindaklanjuti oleh guru dengan memberikan bantuan fasilitasi terhadap siswa yang belum menunjukkan sikap yang diharapkan.

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat deskripsi nilai/perkembangan sikap selama satu semester:
1)   Wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru BK masing-masing mengelompokkan (menandai) catatan-catatan sikap jurnal yang dibuatnya ke dalam sikap spiritual dan sikap sosial (apabila pada jurnal belum ada kolom butir nilai).
2)   Wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru BK masing-masing membuat rumusan deskripsi singkat sikap spiritual dan sikap sosial berdasarkan catatan-catatan jurnal untuk setiap siswa.
3)   Wali kelas mengumpulkan deskripsi singkat sikap dari guru mata pelajaran dan guru BK. Dengan memperhatikan deskripsi singkat sikap spiritual dan sosial dari guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas yang bersangkutan, wali kelas menyimpulkan (merumuskan deskripsi) capaian sikap spiritual dan sosial setiap siswa.

2.      Pengolahan Nilai Pengetahuan
Berbagai teknik penilaian pengetahuan dapat digunakan sesuai dengan karakteristik masing-masing KD. Teknik yang biasa digunakan antara lain tes tertulis, tes lisan, penugasan, dan portofolio. Teknik-teknik penilaian pengetahuan yang biasa digunakan disajikan dalam skema berikut.

 




                                                                          









 









Gambar 2. Skema Penilaian Pengetahuan
Nilai pengetahuan diperoleh dari hasil penilaian harian, penilaian tengah semester, dan penilaian akhir semester yang dilakukan dengan beberapa teknik penilaian. Penulisan capaian pengetahuan pada rapor menggunakan angka pada skala 0 – 100 dan deskripsi.
Penilaian pengetahuan yang dilakukan dalam satu semester dapat digambarkan dalam skema berikut:
 







Gambar 3. Skema Penilaian Pengetahuan
\
a.         Hasil Penilaian Harian (HPH)
Hasil Penilaian Harian merupakan nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil penilaian harian melalui tes tertulis dan/atau penugasan untuk setiap KD. Dalam perhitungan nilai rata-rata DAPAT diberikan pembobotan untuk nilai tes tertulis dan penugasan, misalnya 60% untuk bobot tes tertulis dan 40% untuk penugasan.
Penilaian harian dapat dilakukan lebih dari satu kali untuk KD yang gemuk (cakupan materi yang luas) sehingga penilaian harian tidak perlu menunggu selesainya pembelajaran KD tersebut. Materi dalam suatu penilaian harian untuk KD gemuk mencakup sebagian dari keseluruhan materi yang dicakup oleh KD tersebut. Bagi KD dengan cakupan materi sedikit, penilaian harian dapat dilakukan setelah pembelajaran selesai lebih dari satu KD.

Contoh Pengolahan Nilai Harian Harian
                                                Mata Pelajaran   : Bahasa Inggris
                                                Kelas/Semester : VII/ 2

No.

Nama
PH-1
PH-2
PH-3
PH-4
PH-5
PH-6
Rata-Rata
KD
3.1
3.2
3.3
3.4
3.5
3.6
3.6
3.7
3.8
1
Ani
75
60
80
68
66
80
79
67
90
73,88
2
Budi
71
78
67
69
91
76
66
87
75
75,55
3
Dst











b.        Hasil Penilaian Tengah Semester (HPTS) merupakan nilai yang diperoleh dari penilaian tengah semester yang terdiri atas beberapa kompetensi dasar.
c.                     Hasil Penilaian Akhir Semester (HPAS) merupakan nilai yang diperoleh dari penilaian akhir semester yang mencakup semua kompetensi dasar dalam satu semester.
d.                    Hasil Penilaian Akhir (HPA) merupakan hasil pengolahan dari HPH, HPTS, HPAS dengan memperhitungkan bobot masing-masing yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

Selanjutnya HPH pada tabel di atas digabung dengan HPTS dan HPAS untuk memperoleh nilai akhir seperti berikut:






Contoh Pengolahan Nilai Akhir
Nama
HPH
HPTS
HPAS
HPA
HPA (Pembulatan)
Ani
73,89
90
80
79,45
79
Budi
75,56
75
80
76,53
77
...






Pada contoh di atas, HPTS dan HPAS dimasukkan ke dalam tabel pengolahan nilai akhir semester secara gelondongan, tanpa memilah-milah nilai per KD berdasarkan nilai HPTS dan HPAS. Guru dapat memilah-milah nilai per KD hasil PTS dan PAS sebelum memasukkan ke dalam tabel pengolahan nilai akhir semester. Pemilahan nilai per KD tersebut untuk mengetahui KD mana saja yang siswa sudah dan belum mencapai KKM untuk keperluan pemberian pembelajaran remedial dan pendeskripsian capaian pengetahuan dalam rapor.
Dengan data skor pada tabel di atas, apabila dilakukan pembobotan HPH : HPTS : HPAS =  2 : 1 : 1, maka penghitungan nilai akhir (HPA) Ani adalah:
                                
Nilai Akhir Ani 79,45 selanjutnya dibulatkan menjadi 79 dan diberi predikat dengan ketentuan:
Sangat Baik (A)          : 86-100
Baik (B)                      : 71-85
Cukup (C)                   : 56-70
Kurang (D)                  : ≤ 55

3.      Pengolahan Nilai Keterampilan
Nilai keterampilan diperoleh dari hasil penilaian kinerja (proses dan produk), proyek, dan portofolio. Hasil penilaian dengan teknik kinerja dan proyek dirata-rata untuk memperoleh nilai akhir keterampilan pada setiap mata pelajaran. Seperti pada pengetahuan, penulisan capaian keterampilan pada rapor menggunakan angka pada skala 0 – 100 dan deskripsi.
Penilaian keterampilan dalam satu semester dapat digambarkan dengan skema berikut:

Gambar 4. Skema Penilaian Pengetahuan
Keterangan:
Kin = Kinerja
Pro = Proyek
Por = Portofolio
Penilaian dalam satu semester yang dilakukan sebagaimana disajikan pada gambar di atas dapat menghasilkan skor seperti dituangkan dalam tabel berikut.
Contoh Pengolahan Nilai Keterampilan
KD
Kinerja (Proses)
Kinerja (Produk)
Proyek
Portofolio
Skor Akhir KD
4.1
92






92
4.2
66
75





75
4.3




87

87
4.4


75

87

81
4.5


80



80
4.6


85



85
Nilai Akhir Semester                     83,33
                             Pembulatan                                    83
Catatan:
1.      Penilaian KD 4.2 dilakukan 2 (dua) kali dengan teknik yang sama, yaitu kinerja (proses). Oleh karena itu skor akhir KD 4.2 adalah skor optimum.
2.      KD 4.3 dan KD 4.4 dinilai bersama-sama melalui penilaian proyek. Nilai yang diperoleh untuk kedua KD yang secara bersama-sama dinilai dengan proyek tersebut adalah sama (dalam contoh di atas 87).
3.      Selain dinilai dengan proyek, KD 4.4 dinilai dengan kinerja (produk). Dengan demikian KD 4.4 dinilai 2 (dua) kali, yaitu dengan kinerja dan proyek. Oleh karenanya skor akhir KD 4.4 adalah rata-rata dari skor yang diperoleh melalui kedua teknik yang berbeda tersebut.
4.      Nilai akhir semester adalah rata-rata skor akhir keseluruhan KD keterampilan yang dibulatkan ke bilangan bulat terdekat.
5.      Nilai akhir semester diberi predikat dengan ketentuan: Sangat Baik (A) 86-100; Baik (B) 71-85; Cukup (C): 56-70; Kurang (D) ≤ 55.
6.      Portofolio (yang dalam contoh ini dikumpulkan dari penilaian dengan teknik kinerja (produk) dan proyek) digunakan sebagai sebagian data perumusan deskripsi pencapaian keterampilan.

1.      Deskripsi Nilai Sikap
Di dalam rapor, capaian kompetensi sikap dideskripsikan dengan rambu-rambu sebagai berikut.
a.       Deskripsi sikap menggunakan kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. Hindari frasa yang bermakna kontras, misalnya: ... tetapi masih perlu peningkatan dalam ... atau ... namun masih perlu bimbingan dalam hal ...
b.      Deskripsi sikap menyebutkan perkembangan sikap/perilaku siswa yang sangat baik dan/atau baik dan yang mulai/sedang berkembang.
c.       Apabila siswa tidak ada catatan apapun dalam jurnal, sikap siswa tersebut diasumsikan BAIK.
d.      Dengan ketentuan bahwa sikap dikembangkan selama satu semester, deskripsi nilai/perkembangan sikap siswa didasarkan pada sikap siswa pada masa akhir semester. Oleh karena itu, sebelum deskripsi sikap akhir semester dirumuskan, guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas harus memeriksa jurnal secara keseluruhan hingga akhir semester untuk melihat apakah telah ada catatan yang menunjukkan bahwa sikap siswa tersebut telah menjadi sangat baik, baik, atau mulai berkembang.
e.         Apabila siswa memiliki catatan sikap KURANG baik dalam jurnal dan siswa tersebut belum menunjukkan adanya perkembangan positif, deskripsi sikap siswa tersebut dirapatkan dalam rapat dewan guru pada akhir semester.
f.         Contoh rumusan deskripsi capaian sikap spiritual dan sosial:
Sikap spiritual: Selalu bersyukur, selalu berdoa sebelum melakukan kegiatan,dan toleran pada pemeluk agama yang berbeda; ketaatan beribadah mulai berkembang.
Sikap sosial: Sangat santun, peduli, dan percaya diri; kejujuran, kedisiplinan, dan tanggungjawab meningkat

2.      Deskripsi Nilai Pengetahuan
Selain nilai dalam bentuk angka dan predikat, dalam rapor juga dituliskan deskripsi capaian pengetahuan untuk setiap mata pelajaran. Berikut adalah rambu-rambu rumusan deskripsi capaian pengetahuan dalam rapor.
a.    Deskripsi pengetahuan menggunakan kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. HINDARI frasa yang bermakna kontras, misalnya: ... tetapi masih perlu peningkatan dalam ... atau ... namun masih perlu bimbingan dalam hal ....
b.   Deskripsi berisi beberapa pengetahuan yang sangat baik dan/atau baik dikuasai oleh siswa dan yang penguasaannya belum optimal.
c.    Deskripsi capaian pengetahuan didasarkan pada bukti-bukti pekerjaan siswa yang didokumentasikan dalam portofolio pengetahuan. Apabila KD tertentu tidak memiliki pekerjaan yang dimasukkan ke dalam portofolio, deskripsi KD tersebut didasarkan pada skor angka yang dicapai.
d.   Contoh deskripsi nilai pengetahuan: “Kompetensi pada KD 3.1, KD 3.3, KD 3.6, dan KD 3.8 telah dikuasai dengan baik, kompetensi pada KD 3.2, KD 3.4, KD 3.5, dan KD 3.7 mulai berkembang.”
3.      Deskripsi Nilai Keterampilan

            Selain nilai dalam bentuk angka dan predikat, dalam rapor dituliskan deskripsi capaian keterampilan untuk setiap mata pelajaran. Berikut adalah rambu-rambu rumusan deskripsi capaian keterampilan.
a.       Deskripsi keterampilan menggunakan kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. HINDARI frasa yang bermakna kontras, misalnya: ... tetapi masih perlu peningkatan dalam ... atau ... namun masih perlu peningkatan dalam hal ....
b.      Deskripsi berisi beberapa keterampilan yang sangat baik dan/atau baik dikuasai oleh siswa dan yang penguasaannya mulai meningkat.
c.       Deskripsi capaian keterampilan didasarkan pada bukti-bukti karya siswa yang didokumentasikan dalam portofolio keterampilan. Apabila KD tertentu tidak memiliki karya yang dimasukkan ke dalam portofolio, deskripsi KD tersebut didasarkan pada skor angka yang dicapai. Portofolio tidak dinilai (lagi) dalam bentuk angka.
d.      Contoh deskripsi nilai keterampilan: Keterampilan pada KD 4.1, KD 4.3, KD 4.4, KD 4.5, dan KD 4.6) telah dikuasai dengan terampil; dan keterampilan pada KD 4.2 mulai berkembang.”
1.      Rapor
Penilaian oleh guru digunakan untuk mengetahui pencapaian kompetensi siswa sebagai dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran dan bahan penyusunan laporan hasil belajar (rapor) siswa.
Hasil penilaian oleh guru meliputi pencapaian siswa pada ranah sikap (sikap spiritual dan sikap sosial), pengetahuan, dan keterampilan. Nilai sikap dalam rapor berupa deskripsi dalam rumusan kalimat singkat yang bersifat memotivasi, sedangkan nilai pengetahuan dan keterampilan dilaporkan dalam bentuk bilangan bulat (skala 0 – 100), predikat, dan deskripsi singkat. Contoh format rapor terlampir.

2.      Kriteria Kenaikan Kelas

Siswa SMP dinyatakan naik kelas apabila memenuhi syarat:
a.         Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun pelajaran yang diikuti.
b.         Deskripsi sikap sekurang-kurangnya BAIK sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.
c.         Nilai ekstrakurikuler pendidikan kepramukaan minimal BAIK
d.        Tidak memiliki LEBIH DARI dua mata pelajaran yang masing-masing nilai kompetensi pengetahuan dan/atau kompetensi keterampilannya di bawah KKM. Karena ketuntasan belajar yang dimaksud pada kenaikan kelas adalah ketuntasan dalam konteks kurun waktu belajar 1 (satu) tahun, apabila ada mata pelajaran yang tidak mencapai KKM pada semester ganjil atau genap, nilai mata pelajaran dihitung dari rerata nilai semester ganjil dan genap pada tahun pelajaran tersebut. Sebagai contoh, nilai mata pelajaran Bahasa Inggris siswa X pada semester ganjil kelas VIII adalah 56 (KKM 60). Nilai siswa tersebut pada mata pelajaran yang sama pada semester genap di kelas yang sama adalah 70. Rerata nilai siswa tersebut adalah (56+70):2 = 63. Dengan KKM 60, siswa X tersebut dinyatakan tuntas pada mata pelajaran Bahasa Inggris.
e.         Ketuntasan belajar minimal sekurang-kurangnya 60. Satuan pendidikan dapat menetapkan KKM lebih dari 60 sesuai dengan memperhatikan kemampuan awal  siswa, kerumitan kompetensi, dan keadaan sumber daya pendidikan di satuan pendidikan tersebut.
f.          Seorang siswa naik kelas atau tidak didasarkan pada hasil rapat pleno dewan guru dengan mempertimbangkan kebijakan sekolah, seperti minimal kehadiran, ketaatan pada tata tertib, dan peraturan lainnya yang berlaku di sekolah tersebut.


Sumber : Dikdasmen.kemdikbud. Materi Pelatihan Instruktur K13 SMP


1 komentar: